Sebuah kamar dengan suasana remang yang hanya disinari oleh cahaya lilin, terlihat sepasang sejoli sedang menghabiskan waktu bersama. Raja Tazio duduk bertopang kaki di depan meja rias, dimana Alegra tengah sibuk menyisir rambut hitam pekatnya. “Rambutmu indah, bahkan lebih indah dariku. Aku jadi iri.” Raja Tazio mendengus mendengar pujian yang dilontarkan Alegra. Dia tak mengatakan apa pun, membiarkan Alegra melakukan apa pun yang dia suka pada rambut panjangnya. Dia memejamkan mata sembari mengurut kening, rasa lelah sehabis berperang masih begitu terasa. Dia butuh hiburan dan menghabiskan waktu bersama Alegra adalah pilihan terbaik menurutnya. “Oh ya Renz, aku melihat dirimu dalam wujud ular saat menghancurkan kastil kerajaan Grissham berbeda dengan wujud ularmu saat pertama kali kit

