SEVENTEEN

3012 Kata

Alegra terperangah ketika melihat dirinya kini sudah berdiri di depan istana utama. Bukan pertama kalinya dia menginjakan kakinya di istana itu, mungkin ini pengalaman keduanya semenjak dirinya mendatangi istana ini di hari pertama dia menjadi persembahan. Alegra tak mungkin lupa dirinya sempat dibawa ke ruangan besar yang tidak lain merupakan ruangan kebesaran milik Raja Tazio. Sebuah ruangan dimana kursi singgasana raja diletakan. Bukankah seharusnya istana ini tempat kediaman Raja Tazio? Mengingat para wanita memiliki istana masing-masing. Alegra bertanya-tanya dalam hatinya, apa yang sedang direncanakan Ratu Acelin sekarang sehingga membawanya kemari? Dirinya tak mengatakan sepatah kata pun meskipun dia sudah masuk ke dalam istana. Berjalan santai di belakang sang ratu yang tengah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN