21. Menepati Janji

1946 Kata

Hari yang menggelora. Kematian Dave masih terasa di dalam ingatan semua orang, bahkan tak sedikit yang masih berkabung dengan hal itu, tak terkecuali Enfire. Di bawah sebuah pohon ia hanya terdiam, memikirkan hal-hal aneh yang menyerangnya. Ia kira setelah permintaannya pada Dave beberapa hari lalu, ia akan menemukan titik terang dari semua ini, tapi ternyata tidak, takdir masih berkata lain. Hei, kok bengong? sapa seorang gadis, Enfire menatap wanita itu dengan tersenyum. Kamu, Enersent. Tumben kesini? Harusnya kau bertanya, kok kamu tumben ada disini? Aku lagi kepikiran tentang kematiannya pak Dave, seminggu lalu. Iya, aku pun masih kepikiran, tapi bagaimana lagi, itu sudah takdir. Yang penting sekarang kita gak boleh menangisi kepergiaanya karena itu hanya akan membuatnya tersiksa

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN