AFTER SCHOOL BAB 16 Cindy meletakkan nampan – nampan kosong itu di atas meja, ia menjatuhkan tubuhnya di kursi di teras rumah ketika hari mulai gelap. Dibukanya gawai itu, namun tak ada pesan dari Deo. Padahal Cindy berharap, setidaknya Deo akan menenangkan dirinya sekalipun hanya lewat sebuah pesan singkat. Bu Wicaksana membuka pintu rumahnya, dilihatnya Cindy sedang menatap gawai itu dengan wajah muram. “Sudah pulang, kok tidak masuk?” Bu Wicaksana duduk di samping putrinya, kemudian tersenyum tipis. “Ada apa, Cin?” “Ngak, Bu. Cindy Cuma lelah.” Jawab Cindy, menyandarkan tubuhnya di kursi rotan itu. “Ya sudah, kamu istirahat saja, selama kamu ujian Ibu ngak jualan dulu biar kamu bisa fokus.” Cindy mengangguk, mengambil nampan – nampan itu dan membawanya ke dapur. “Besok Cindy aka

