AFTER SCHOOL BAB 84 Andre kembali ke dalam rumahnya, setelah membersihkan diri, ia berniat menemui ayahnya. Lelaki itu pasti sangat senang, mendengar kabar yang ia bawa. Lelaki itu sedang duduk di ruang tengah, menatap kosong foto usang yang masih tergantung di dinding. Foto yang menunjukkan masa mudanya dulu, ketika ia masih kuat dan penuh semangat. Sekalipun kini, wajahnya tak muda lagi, namun masih tersisa guratan ketampanan di wajah lelaki setengah baya itu. “Ayah.” Lelaki itu menoleh, ketika didengarnya suara Andre memanggil. Ia tersenyum, kali ini lelaki itu bisa menggerakkan kaki dan tangannya dengan bebas. Ia tak lagi duduk di kursi rodanya, hanya sebuah tongkat penyangga yang kini membantunya berjalan. “Kau tampak gembira, Ndre?” Kata lelaki itu dengan suara yang tak

