Reana meletakkan mawar-mawar itu ke dalam vas, mencium wanginya yang lembut. Bibirnya tersenyum, merasa senang dengan apa yang diberikan Deo padanya. "Dari siapa?" Tanya wanita setengah baya itu, menatap mawar-mawar yang kini berada di tengah meja makan mereka. "Dari orang yang sama, Pak Deo." Jawab Reana. "Atasanmu itu?" Wanita itu mengernyit, tampak heran dengan semua pemberian Deo, akhir-akhir ini. "Ya, dia baik sekali. Kami makan malam dan dia memberi buket mawar. Dia juga membawa hadiah untuk Hana." Reana berbalik, tersenyum kepada ibunya. "Apa dia memiliki istri?" "Tidak, dia masih sendiri. Ibu tahu, Pak Deo adalah putra CEO perusahaan itu. Bukankah itu luar biasa?" Reana duduk di meja makan, diikuti ibunya. "Apa? Putra CEO dan dia tertarik padamu?" Reana menyatukan alis

