16. NGIDAM

1059 Kata

sepulang dari rumah Kakek dan Nenek Dea, Adam terus membisu memikirkan sesuatu hal itu terlihat dari raut wajanya yang tampak serius. Bahkan obrolan Ayah dan Bunda Dea yang biasanya Adam sambungpun hanya di balas oleh senyuman simpul kemudian cowok itu kembali melamun Dea yang tak tertidur seperti biasanya hanya bisa memandang Adam penuh dengan pertanyaan dalam benaknya. Setiba di basement Apartemen Adam berjalan terlebih dahulu meninggalkan Dea yang berlari kecil menyamai langkah mereka berdua. "Eh!Kambing, kenapa sih diem mulu?" Tanya Dea dengan wajah mendesak ingin tahu. "Kambing pala Lo!" Umpat Adam ketus begitu kesal jika Dea mulai usil dengan setiap perkataan yang cewek itu lontarkan untuk suaminya sendiri.  "Dih pemarah banget sih,PMS yah?" Goda Dea dengan senyum iblisnya membua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN