22. YA-DE-YA

1619 Kata

Matahari mulai menusuk dinding apartemen menerobos masuk melalui celah-celah lubang kecil, dan menembus kaca jendela bangunan kokoh itu. Bagas dengan seragam rapinya sudah siap, Ia bahkan sudah menyisir rambut basahnya. Bagas melirik sekilas gadis yang masih memejamkan mata itu, sejak tadi pagi Bagas sudah mencoba membangunkannya namun tetaplah gadis itu enggan untuk bangun. "Ya, lo sekolah kagak sih? Ngebo mulu." Omel Bagas duduk di tepi tempat tidur. "Hm..." Jujur saat ini Bagas menahan diri agar tak terbuai pasalnya wajah polos Dea ketika tidur begitu menggoda terlebih setiap bangun Dea selalu berada tepat di sampingnya dengan tangan bertengger di dadanya. Dea membuka matanya perlahan mengumpulkan nyawanya menatap Bagas dengan wajah polosnya, Dea bahkan masih diam meski sudah meliha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN