"Ya jadi pacar lo itu si Bagas?" Tanya Aldy pada Dea yang sudah datang terlebih dahulu sebelum dirinya, Bimbi yang tengah menyalin tugas sekolahnya pun berhenti ikut menatap Dea, Fania yang sejak tadi memandangi Dico sang pujaan hati ikut menoleh. Dea seakan-akan merasa sebagai narapidana, dan sahabatnya adalah hakim dan juga saksi korban menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut Dea. Jujur saja seperti tertohok rasanya, ingin dia berteriak sekeras mungkin. Lelah juga harus bersembunyi-sembunyi ketika pulang sekolah agar tak ada yang tahu jika dirinya dan Bagas membuka pintu apartemen yang sama. "Ngaco banget lo, Fan!" Canda Dea berusaha seolah tak ada yang Ia sembunyikan. Dea tidak jago dalam berbohong bahkan sahabatnya sudah lama mencium bau kebohongan dalam diri Dea ketika mereka

