Bangun pagi, melaksanakan ritual paginya, pergi sarapan, dan kali ini tanpa mendatangi Kediaman Kaisar Chun terlebih dahulu. Dramanya sudah berakhir. Dan ini terasa sangat melegakan bagi Lien. Dia tidak perlu lagi berakting menyedihkan. Meski pun ia tidak menyukai Kaisar Chun, tetap saja harga dirinya terasa rendah kala mengejar-ngejar dan mendekati Kaisar Chun. Jika di ingat itu sungguh momen menyedihkan dalam hidupnya. Jika teman-teman mafianya tahu dia pernah bersikap demikian, sudah pasti mereka menertetawakan dan mengejeknya habis-habisan. Seorang Lien yang anti merendahkan diri mengejar cinta seorang kaisar? Sungguh lucu. Lien menyisipkan beberapa helai rambutnya ke belakang telinga dengan pandangan yang terus tertuju pada depan. Di belokan yang sepi, langkahnya terhenti melihat

