Semenjak kematian Kaisar Chun, Lien menjadi lebih murung dan tertutup. Sangat jarang wanita itu terlihat di luar kediaman karena sibuk mengurung diri di dalam kamar. Tenggelam di dalam kesedihan. Acara makan bersama tidak lagi di ikutinya. Keberadaannya tidak lagi terasakan karena seringnya tidak muncul di hadapan semua orang. Tidak banyak yang berusaha menghiburnya dan membuatnya seperti semula. Mereka semua seolah berbahagia di atas penderitaan Lien, kecuali Xi Juan dan Pangeran Xiumin. Kedua orang itu sering menghiburnya. Akan tetapi, rasanya percuma. Sekeras apa pun mereka menghiburnya, ia tidak merasa terhibur sedikit pun. Yang ada di dalam pikirannya hanya lah kematian Kaisar Chun. Kaisar Chunnya telah pergi untuk selamanya. Meninggalkan dirinya dan bayi kembarnya. Sungguh menyesak

