Mata indah wanita cantik itu perlahan terbuka akibat perutnya yang terasa lapar. Pelukan posesif sang suami membuatnya tersenyum kecil. Pria di sampingnya seolah takut dia pergi jauh. Lien menghadap suami tampannya. Meneliti setiap lekukan wajah sang suami. Bibir penuh, alis hitam tebal, hidung mancung, dan rahang yang kokoh. Pemandangan yang sangat indah. Suara hewan malam terdengar begitu jelas. Menemani malam nan sunyi. Menerka dalam hati berapa lama dia tertidur. Ia sudah tertidur sejak acara perlombaan berlangsung. Makan malam pun terlewatkan olehnya. Tubuhnya benar-benar lelah tadi. Sekarang, tubuhnya membutuhkan asupan. Menjauhkan tangan besar Kaisar Chun di pinggangnya secara pelan agar pria itu tidak terbangun. Tak tega membangunkan Kaisar Chun yang terlihat sangat kelelahan

