Hari yang ditunggu telah tiba. Hari dimana Pangeran Xiumin menikah dengan Xi Jia. Ekspresi kedua mempelai itu tampak sangat bahagia. Kaisar Chun dan Lien duduk di kursi kebesaran mereka dengan tenang. Jujur, hati Kaisar Chun menjadi lega melihat adik kekanakannya menikah. Zhu Yi tersenyum tipis melihat pernikahan anaknya. Sangat tipis hingga tidak ada yang menyadari ia sedang tersenyum. Lien menghela nafas, menyandarkan tubuhnya ke sandaran tempat duduk seraya mengelus perut buncitnya. "Kenapa? Perutmu sakit?" tanya Kaisar Chun begitu perhatian. Lien menggeleng. "Hanya lelah." "Kita bisa beristirahat ke kamar kalau kau mau." "Tidak. Aku ingin melihat acara pernikahan Pangeran Xiumin sampai selesai." "Kalau memang lelah, tidak usah dipaksakan." "Ini adalah moment penting Cucun. Aku

