Lien memasangkan pakaian ke tubuh Kaisar Chun sembari terus berceloteh. "Kalau pulang nanti jangan membawa wanita lain kalau tidak ingin tubuhmu itu ku cincang-cincang." ancamnya tak main-main. Kaisar Chun terkekeh geli. Dielusnya puncak kepala Lien lembut. "Aku tidak akan membawa wanita lain, Lien karena aku sudah memilikimu dan memilikimu saja aku sudah puas." Lien mendongak, berjinjit, dan mengecup bibir Kaisar Chun sekilas. "Aku mencintaimu." Kaisar Chun tersenyum mendengar ucapan Lien, di peluknya pinggang Lien hingga tubuh mereka saling berdempetan. "Aku lebih mencintaimu." Dan balas mencium bibir Lien. Namun, bukan kecup manja seperti yang dilakukan Lien tadi tapi ciuman yang begitu intens. "Kau ini! Kenapa nafsu sekali padaku?" ledek Lien ketika ciuman mereka terlepas. Tangan

