3. Teman Seangkatan yang diperebutkan

394 Kata
Tepat pukul 07.00 pagi aku membangunkan Lira yang masih tidur lelap dikamarku. Ya.. dia tidut dilamarku tadi malam. Aku dan Lira tinggal di satu rumah kontrakan bersama, berbagi uang sewa akan menghemat biaya daripada kost sendiri. Karna mamaku harus membagi oendapatannya degan kebutuhan lain jadi sebisa mungkin aku memanggkas keperluan yang tidak perlu. Berbeda dengan Lira, ayahnya punya perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. Dia bisa saja menyewa apartemen, tapi dia lebih senang tinggal di rumah sederhana ini. Love banget. "Lira.. sarapan yuk, kita ada kelas prof. Alex loh jam 8 nanti" aku membangunkannya dengan teriakanku dari dapur sambil dengan piawainya aku memasak mie rebus ( hahahahaha) "gak boleh izin loh kalo gak mau IPK amblas di akhir smester" kutunggu Lira keluar tapi tak ada tanda-tanda kehidupan dikamarku. Aku berlari kecil menuju kamar yang tak jauh dari dapur, kutengok Lira dengan selidik takut dia pingsan atau apa. kucuil lengannya "gak kuliah? " "yawdah istirahat aja deh, padahal kan kalo kuliah lumayan cuci mata membuang sakit hati, sapa tau bisa move on cepet" candaku sambil cekikikan. Kami berlari kecil di koridor kampus yang begitu megah ini. Kami berkuliah di salah satu universitas ternama di ibukota provinsi. Kampus bergengsi memang, apalagi fakultas tercintaku ini. Fakultas ekonomi yang terkenal dengan kampusnya anak konglomerat, bisnisman, dan orang-orang yang suka duit, kaya saya ( hahaha ). Mobil-mobil terparkir rapi, mahasiswa dan dosen yang terlihat berpakaian sangat modis. Aku cinta kampusku. Tiba di kelas aku dan Lira memilih dudu ditengah-tengah, supaya tidak terlalu mencolok. Aku bukan mahasiswa tercantik, tidak populer, tidak terlalu pandai bersosialisasi juga. Tapi tanya saja setiap angkatan di jurusanku pasti mengenal Kinanti angkatan 2015. Banyak adik tingkat dan kakak tingkat yang suka mengobrol dengan ku, setiap ada waktu luang berkumpul biasanya mereka senang berbincang dengan ku, mungkin mereka suka caraku bertemanbyangvtidak memandang junior senior atau... karna Lira.. Tiba-tiba duduk seorang wanita cantik disebelahku dengan wangi yang membuat wanita saja terpukau.. Agista Olivia Hasan, bunga kampus, bunga di angkatan kami, idola banyak lelaki. Dia ramah, santun, baik hati, dosen pun menyukainya. "udah pada lama yaa dataeng" dia mencubit kecil pinggangku "onoh kenapa" dia memonyongkan bibirnya menujuk Lira yang terlihat tidak semangat hidup. "tar kumpul di rumah oas kelas bubar" bisikku sambil melirik ke arah pria yang datang bersama Oliv tadi, dia terswnyum manis padaku dan aku membalasnya. Mikail Admajaya. Dia.. pernah diperebutkan teman seangkatanku sampai akhirnya Oliv memenangkannya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN