Hari ini Aku dan Racka berencana untuk mengunjungi makam mendiang Kiki, sebagai bentuk permintaan restu. Karena bagaimana pun Kiki adalah istri sah Racka sebelumnya. Ya, kami telah memutuskan untuk mengikrarkan janji suci, sehidup semati hingga Jannah. Tanggal pernikahanku dengan Racka sudah ditentukan, betapa bahagianya hati ini. Seakan bermimpi, hari yang sempat kami kubur dalam-dalam kini di depan mata. Semoga tidak ada lagi halangan berarti untuk cinta ini lagi. Kuletakkan sebuket bunga tepat di sandaran tempat peristirahatan terakhir Kiki. Pusara yang tulisannya tampak mulai memudar itu kuusap perlahan. Dingin dan terasa halus permukaannya. "Hai, Ki, apa kabar? Lihatlah apa yang kamu inginkan benar-benar akan terwujud sebentar lagi. A—aku akan mendidik anakmu seperti yang kamu mint

