Pagi ini aku merasa berbeda, seluruh tubuh terasa sangat lemas. Memang, saat ini usia kandunganku masih menginjak sembilan minggu dan terbilang masih sangat muda, tapi tidak biasanya seperti ini. Mungkin hanya karena terlalu kelelahan. "Sayang, kita ke dokter, ya. Aku takut kamu dan calon anak kita kenapa-kenapa," ujar Racka padaku. Aku hanya mengerling dan menggeleng pelan. "Tidak perlu, Sayang. Ini hanya morning sickness biasa, kok. Semua ibu hamil mengalami ini." "Ya sudah, jika begitu kamu istirahat saja. Jangan melakukan aktifitas berat, apalagi aku sering melihatmu bersih-bersih rumah 'kan? Apa gunanya kita membayar asisten rumah tangga?" Racka mengomel sembari memapahku menuju ruang tidur. Memang semenjak kehamilan ini, aku senang membersihkan rumah. Padahal dokter berkata kalau

