Rangga baru saja keluar dari kamarnya selesai mandi setelah pulang bekerja. Ia berjalan ke arah dapur membuka lemari es lalu mengambil sebotol air mineral dan menenggaknya hingga setengah bagian. Rangga menyibukkan diri dengan ponselnya lalu duduk di sofa empuk ruang utama dan melihat nomor Nadira belum juga membalas pesan dan menjawab panggilannya. Rangga merasa kesal, ingin rasanya langsung berlari menemui Nadira di rumahnya namun ia harus sadar jika dirinya sudah terikat status dengan Clara. Rangga mengacak rambutnya merasa prustasi, ia bisa saja pergi, namun ia tidak ingin membuat Nadira berada di posisi tidak baik karena dirinya. Bunyi bel apartemennya membuat Rangga menoleh ke arah pintu. Ia mengerutkan dahinya menatap jam dinding melihat siapa yang datang malam seperti ini ke aparte

