Rangga sudah berada di depan rumah Nadira, namun pria itu tidak keluar dari mobilnya. Ia sudah membawa beberapa makanan sebagai buah tangan saat bertamu ke rumah Nadira. Pria itu tidak melihat ada tanda-tanda Nadira di rumahnya. Tapi Rangga tidak pernah salah jika itu adalah alamat rumah Nadira saat ia mengantarnya malam hari. Rangga mengusap dagunya menunggu sambil berkali-kali melihat jam di tangannya melihat waktu semakin sore. Karena mendekati hari weekend ia tidak kembali lagi ke kantor setelah fitting baju pertunangan. Rangga memantapkan diri untuk keluar dari mobilnya sambil membawa beberapa cemilan dan buah yang ia beli sebelum tiba di sana. Rangga masuk ke dalam pekarangan rumah Nadira dan mendekati pintu rumahnya yang terlihat terbuka. "Assalamualaikum!" ucap Rangga kuat sembar

