Zeus mencari ruangan demi ruangan. Namun tak kunjung menemukan keberadaan Astrid dan juga Matthew. Lelaki tua itu mulai cemas, dan hampir kehilangan kendali dirinya. Namun, begitu melewati lorong panjang yang selama ini dia larang untuk dimasuki oleh siapapun, membuat langkah Zeus ikut terhenti. Ditatapnya lamat-lamat cahaya merah kekuningan yang berasal dari sana. Zeus tidak salah mengenali, cahaya itu memang seperti cahaya api. Dia melangkah mendekat, dan asap yang berdesak-desakan untuk keluar dari celah pintu membuatnya lekas membuka pintu itu dengan lebar. Dugaannya benar, api membara di masing-masing sudut ruangan. Melahap dengan cepat setiap buku-buku yang ada di sana. Tidak ada pergerakan dari Zeus, dia masih mencerna apa yang baru saja. “Ya Ampun, api. Luna, panggilan Mata dan

