76 ~ Gabriel

2014 Kata

Astrid menatap ke atas, tubuh itu bercahaya. Mengeluarkan sinar yang entah dari mana. Bahkan, Astrid sampai memejamkan matanya untuk beberapa saat. Sosok itu berhenti tepat di depannya, membawa tubuh Matthew yang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sejenak, Astrid merasa membeku. Perasaannya jauh lebih hangat saat menatap bola mata cerah itu. Dan, untuk alasan yang tidak dia ketahui, air mata Astrid terjatuh begitu saja. Sosok itu menatap ke arah tubuh yang ada di bawah Astrid, tangannya terangkat dan menyentuhnya. Seberkas cahaya itu lagi-lagi melingkupi tubuh Aress. Beberapa saat, dan kemudian tubuh itu sudah kembali seperti biasa. “Maaf!” Begitu kata-kata yang keluar dari sana, dan perasaan Astrid semakin tidak ketara. Suaranya yang begitu lembut, dan penuh dengan rasa penyesalan mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN