44~ Kelupaan

1658 Kata

Wajah Astrid kembali seperti beberapa saat lalu. Pucat seolah tidak dialiri darah, dan juga tangannya dingin. Matthew yang tidak melepaskan gadis itu seorang diri kini mulai merasa khawatir, jika ada sesuatu. “Kenapa tangannya dingin, Ed?” “Itu wajar, jangan berisik, Matt. Aku juga tidak akan membawa kabur gadis ini, bisakah kau sedikit menghindari dari depanku.” Meski kesal, namun Matthew memilih untuk menurut juga. Dia mundur beberapa langkah, dan tetap memperhatikan Ed yang tengah menggumankan beberapa kata. Lelaki tua itu terlihat sangat serius, dan sesekali memperhatikan wajah Astrid yang tenang. “Matt, lo percaya sama dia?” bisik Aress pelan, “soalnya, rasanya apa yang dia lakukan itu kayak aneh gitu.” “Gue setuju sih sama Aress, rasanya kakek tua itu tidak waras!” Mendengar ce

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN