BADDAS 39

1507 Kata

"Demi apa dia ngambek?" celetuk Aries memandangi pintu yang baru saja dibanting. Hening, Andreas dan Mahda hanya saling pandang kemudian memberikan kode 'kenapa' Darren yang tengah kecewa hanya berdiri kikuk di sana, lelaki itu terlanjur percaya diri bahwa pernyataan cintanya akan ditanggapi baik oleh Mahda. Darren kalah langkah, tidak menyangka diam-diam Andreas dan Mahda punya perasaan yang sama. "Biar gue susul," celetuk Peach, sebagai teman satu kamarnya dia merasa punya hak untuk masuk ke kamar itu. Dia beranjak, kemudian menyeret langkahnya menuju kamar. Peach pelan-pelan mengetuk pintu. Tidak menunggu orang yang ada di dalam kamar merespon ketukan pintu tersebut, Peach langsung saja masuk. Sebelumnya dia melihat ke arah Mahda kemudian tersenyum. Dalam kamar, Airin terduduk di b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN