Hari sudah sangat malam ketika Peach menginjak rumput basah menuju danau. Dia benar-benar mempertaruhkan keselamatan diri sendiri demi bertemu dengan Angga. Perempuan itu melihat sekeliling, gelap dan sepi. Seharusnya sekarang dia sudah berada di kamar asrama, tertidur dengan lelap menyambut datangnya esok pagi dengan perasaan bahagia. Pengumuman dari Harris terus terngiang, dia tidak pernah menyangka lukisannya akan menjadi salah satu lukisan yang dihargai dengan harga tinggi. Tidak sia-sia pengorbanannya begadang malam demi malam memperbaiki lukisan yang sudah rusak itu. Tiba di tepi danau, dia sudah melihat tanggal berdiri memunggungi dirinya. Peach segera menghampiri, tidak ingin berlama-lama karena dia tidak mau keberadaannya di luar asrama terendus oleh orang lain dan dilaporkan. M

