“Mommy!” teriak Ardilla antusias. Aku menghampirinya di kamar sebelah. Dia memandang takjub kamar yang telah didesain khusus untuknya .. seperti princess. “Like a princess!” cetusnya dengan mata membulat lebar. “Yes, you are,” timpal suara maskulin dari arah pintu kamar. Sontak kami berdua menoleh pada si empunya suara. “Daddy!” jerit Ardilla kegirangan. Ia berlari menghambur kedalam pelukan Ardo yang langsung menggendong putri kami. “Hai princess-nya Daddy, apa kamu puas dengan kamar barumu?” “Puas sekali! Kamar princess Barbie!!” Ardilla bertepuk tangan dengan wajah ceria. Kamarnya memang didesain ala barbie. Sangat girly, dipenuhi warna-warna cerah nan feminin. Tentu saja dia sangat surprise mendapatkan

