Hubungan kami semakin mendingin, bahkan dia tak mau membuang waktu hanya sekedar untuk bersamaku. “Setelah pesta dansa usai, saya akan segera pergi,” katanya dengan wajah datar. “Tapi pesta dansa baru tahap awal proyek Cinderella Man, bukannya seharusnya kau menyelesaikan tugasmu sampai selesai?” tuntutku kesal. “Maaf, saya tak bisa. Saya memiliki kepentingan mendesak.” Kepentingan mana yang lebih mendesak dari diriku? Pikirku sebal, tapi aku jadi kesal begitu menyadari. Mungkin aku bukan prioritas lagi baginya, kisah kami telah berakhir. “Terserah, tapi saya mengingatkan tanggung jawabmu. Selesaikan sampai akhir.” “Maksud Nona?” “Kau boleh pergi setelah pesta dansa, tapi bila aku memerlukanmu se

