Ardo Pov “Ardooooo .. yuhuuuuu ...” Terdengar suara mendayu-dayu memanggilku. Aku tak suka, tapi dengan wajah datar aku bertahan. “Ya Nyonya.” “OMG, kenapa panggil Nyonya? Panggil yang lain, ah! Sweety, Sayang, Beb. Lagian, kenapa jauh-jauh sih? Dekatan sini dong, gua gak gigit!” Dia menarikku mendekat, sangat dekat ke tubuhnya. Dengan samar aku menjauh lagi. Perempuan ini sungguh agresif, membuatku tersiksa dan jengah. Tak seperti Bella yang walau terkadang gahar tapi masih terkesan polos. Ck, mengapa aku selalu teringat padanya? Kami telah putus, dia bukan apa-apaku lagi. “Ada apa Nyonya?” “Susah ya bilangin lo. Sudah dibilang jangan panggil Nyonya!” “Baik Nona,” sahutku sok

