45. Biarlah Begini

1061 Kata

Sial, sementara dia memberiku pekerjaan setumpuk .. Bos malah menghilang entah kemana.  Aku melirik jam dinding kantor.             Pukul 20.00.             Alamat lembur lagi, dan aku tak sempat membelikan pesanan Ardilla.             Maafkan Mommy, Nak.  Mommy terpaksa bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan kita.  Kita tak memiliki siapapun yang bisa menopang kehidupann kita, jadi bersabarlah jika Mommy belum bisa memenuhi keinginanmu.              Aku membatin dengan perasaan mellow.  Miris.  Apakah ini kehidupan sebagai orang biasa yang kudambakan sejak dulu?  Dan sekarang setelah keinginanku terpenuhi apa aku merasa bahagia?  Aku menghela napas panjang.              Maafkan Mommy yang telah menyeretku kedalam kehidupan menyedihkan seperti ini, Ardilla ...             Entah me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN