105. PULANGLAH

2445 Kata

Angkasa berjalan melewati lorong-lorong rumah Keluarga Azkara yang kosong. Ia yang kesal, terus menembakkan sihir petir ke dinding dan pintu yang ia lewati hingga hancur. Namun, tak perlu menunggu waktu lama, semua yang ia hancurkan itu kembali ke bentuknya semula, seakan-akan serangannya tadi tidak berdampak apa-apa. "Keluar kau!" "Jangan permainkan aku seperti ini!" Angkasa terus melepaskan sihirnya. Emosinya semakin tidak terkontrol, membuat ia jadi jauh lebih liar menembakkan petirnya. Keadaan ruangan yang ada di sekitarnya pun kini porak-poranda. Tapi semuanya langsung kembali ke keadaan semula setelah Angkasa berhenti menyerang. Angkasa benar-benar ingin tahu, sebenarnya ia sedang berada di mana saat ini dan di manakah dua orang saudaranya yang lain berada. Selain itu, ia juga in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN