"Gea!" Plak Plak Bugh Dua tamparan di pipi dan satu tendangan mengenai perut. Reno berlutut kesakitan sambil memegangi perutnya. Menatap Gea yang balas menatapnya dengan garang. "Puas kau hah?! Setelah memperkosaku kau malah berduaan dengan wanita itu!" Gea berteriak marah. Air mata masih mengalir di kedua pipinya. Reno sendiri meringis kesakitan. Ah, jiwa kasar Gea kembali lagi setelah sekian lama Reno tak merasakannya. "Gea, dengarkan aku dulu. Aku akan jelaskan semuanya," ucap Reno sambil merintih kesakitan. Dia berusaha berdiri masih sambil memegangi perutnya. Ah, dia malah jadi mual rasanya. Tendangan lutut Gea tak bisa dianggap remeh. "Apa yang mau kau jelaskan hah? Tentang hubunganmu dengan wanita sialan itu?!" Gea berteriak marah. Kini, dia dan Reno berdiri di depan lift. Seda

