Menjelang siang, Gea pun berangkat menuju rumah Anin. Dia naik mobilnya sendiri, yang aslinya masih milik Marwan. Dia hanya diberi pinjaman saja oleh Marwan agar mudah saat berangkat maupun pulang bekerja. Jalanan di siang hari cukup padat. Gea pun terjebak macet cukup lama. Sampai akhirnya dia terlambat datang ke rumah Marwan. Dia meminta maaf dan menjelaskan situasi jalanan yang padat. Marwan dan Anin memaklumi. "Gea, makan siang di sini lagi ya," ajak Anin. "Ehm, tak usah, Bu. Saya makan siang di kantin saja," balas Gea. "Lah, kenapa? Masakan di sini gak kalah enak sama makanan kantin loh. Udahlah, di sini saja. Kalau kamu merasa gak enak karena makan gratisan, kamu nanti bisa bantu cuci piring sebagai bayarannya," ucap Anin langsung. Wajah Gea berubah masam mendengarnya. Ucapan Ani

