41

1120 Kata

Sebelum Gea bangun, Reno sudah bangun duluan. Perasaan bersalah menyusup ke dalam hatinya. Menatap Gea dengan tatapan nanar. Tak bisa membayangkan bagaimana marahnya Gea saat wanita itu terbangun nanti. Reno hanya bisa menyesali semuanya. Seandainya semalam dia tak mengajak Gea ke pesta itu, pasti semua ini tak akan terjadi. Namun, waktu tak bisa diputar kembali. Dan Reno berusaha menyiapkan dirinya untuk menerima kemarahan Gea nanti. Pukul tujuh pagi, Gea baru bangun. Seperti dugaan Reno, Gea marah besar. Dia berteriak histeris dengan tangan yang terus melayangkan pukulan pada tubuh kekar Reno. "Maafkan aku," lirih Reno. "Kenapa Reno?! Kenapa kau melakukan ini?!" Gea meraung tak terima. Menangis histeris mendapati dirinya yang tak memakai sehelai kain. Reno tak bicara. Berusaha meraih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN