PART 25

1835 Kata

            "Alhamdulillah," desahku penuh syukur seraya melemparkan tubuhku ke kasur empuk milik salah satu hotel berbintang lima di Jakarta ini, setelah dua kali selama dua jam harus berdiri menyalami semua tamu undangan yang bahkan gak aku kenal.              "Capek?" tanya Azka dari dalam kamar mandi yang pintunya terbuka.             "Banget" keluhku diantara tumpukan bantal. Ini kasur empuk banget, untung saja segala macam aksesoris untuk rambutku sudah dilepas jadi aku bisa berbaring dengan nyaman.             "Mandi gih, gak gerah emang kamu?"             Aku bangkit dan duduk diujung kasur. "Aku malah laper," sahutku polos.             "Mau order makanan?"             "Sisa tadi gak ada emang? Aku naksir banget sama buffet bagian makanan manis," desahku mengingat Devina pame

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN