Aku terbangun dengan pusing yang menyerang. Mungkin karena cahaya dari lampu kamar. Aku kurang terbiasa dengan lampu yang menyala saat tidur. Seluruh isi kamar sangat tidak familiar dan aku baru sadar bahwa aku masih berada di Anyer dan baru ingat juga kalau semalam aku berantem dengan Audrey dan Galih yang makin lama makin b******k aja hidupnya. "Cit!! thank God lo sadar juga!! Gue kira harus bawa lo ke rumah sakit terdekat. Gue panik tau gak sih lo pingsan tadi malem!!" Cerocos Devina dari samping kiriku. Aku mengernyit karena pusing yang menghantam lebih parah saat mendengar suara Devina yang nyaring banget. "Berisik lo, ah!! Pingsan dari mana sih gue Cuma tidur" Elakku. Seumur hidup, aku gak pernah pingsan selemas atau sesakit apapun diriku. Dan saat sadar bahwa aku mungkin saja pin

