“We couldn’t be friends. We couldn’t be enemies. So what were we?” – Rachel E. Carter, Apprentice *** Veraldi Vepucci, orang yang selama ini menimbulkan tanda tanya dalam benak mereka, kini sedang berdiri tegak menunggu respon. Tidak ada satu orang pun yang berani bersuara. Bahkan Emily juga. Pria itu kembali fokus pada kegiatannya yang sempat ia tinggalkan karena mereka datang. Dia menatap botol-botol kaca eksperimen dan mencoret-coret kertas. Membelakangi mereka. “Aku tahu betul, hanya tujuh orang yang mendapatkannya. Satu orang ditahan, jadi sisanya tinggal enam. Namun, kenapa tamuku berjumlah sembilan?” tanya Veraldi tanpa ragu. Dia memang tahu semua mengenai mereka, tapi Veraldi adalah sosok yang menghargai komunikasi. Dia enggan menggunakan kemampuannya yang tak terbatas itu unt

