keren

1576 Kata
Di malam harinya setelah aku selesai menidurkan anak-anaku di kamar. Aku langsung membaringkan tubuhku di atas sofa di ruang tengah yang berada di dekat kamarnya anaku michelle. Ku mulai merenungi hidupku sambil memejamkan kedua mataku, lalu kenangan itu kembali muncul di pikiranku lagi. Baru saja aku ingin memejamkan kedua mataku sambil berbaring di atas sofa ini. Tiba-tiba saja aku mendengar suara teleponku yang sedang berdering di dalam meja kamarku. Seketika aku langsung beranjak dari dari atas sofa yang aku sedang duduki, lalu aku langsung mengambil handponeku. Aku pikir tadi yang sedang menelponku adalah mas Cris, tapi ternyata dia adalah Roy mantanku. Setelah satu tahun dia sudah menghilang begitu saja dariku kemarin. Lalu dengan seenaknya, dia mulai kembali untuk mengusik dan akan mengganggu ketentraman kehidupan rumahtanggaku bersama mas cris. Baru saja aku mulai sedikit bisa melupakannya, tapi sekarang dia malah merusaknya pikiranku lagi. Kehadirannya itu akan mengacaukan lagi rencanaku, yang sudah mulai bisa untuk melupakan dirinya dari pikiranku. Aku sudah tidak mau untuk berbicara dengan roy lagi, tapi dia terus saja menelponku malam ini. Kali ini aku tidak akan mengalah dengan perasaanku, yang selalu memberikan kesempatan untuk roy selama ini. Sepertinya rasa kesabaanrku untuknya selama ini, sudah mulai habis. Dan sekarang aku sedang belajar, untuk tidak terlalu lemah menghadapi sikapnya Roy yang tidak bisa di percaya lagi. Entah apa yang ingin dia katakan lagi denganku. Aku pikir dia tidak akan pernah kembali lagi di dalam kehidupanku. Aku tidak mau merusak pikiranku lagi, yang terus memikirkannya setiap saat selama ini. Aku tahu kelemahanku adalah dia, dan setiap aku sudah mendengar suaranya Roy. Dia pasti akan terus mencoba untuk terus mempengaruhi pikiranku lagi. Akupun tetap dalam keputusanku untuk tidak mengangkat telpon darinya. Aku sudah muak dengan kebohongan dia selama ini. Aku tidak mau menyakiti mas cris suamiku lagi. Aku pun langsung segera meletakan handphonku, di atas meja kamarku itu. Baru saja aku meletakan handphoneku itu, tiba-tiba saja dia langsung mengirimkan pesan wattsap untukku. Aku menjadi penasaran apa yang sebenarnya dia ingin katakan kepadaku, malam ini. '' { Sayang, kenapa kamu tidak mengangkat telpon dariku lagi. Tolong kamu lihatlah aku di jendela kamarmu. Aku sedang ada di depan rumahmu sekarang. Aku telah datang kembali untuk menemuimu lagi }.'' Isi pesan wattsapnya Roy. Aku menjadi merasa terkejut dan langsung segera membuka horden di jendela kamarku itu. Dan ternyata memang benar, Roy sedang berdiri tepat di bawah jendela kamarku.. Aku langsung merasa cemas, karena sebentar lagi pasti mas cris akan segera kembali pulang kerumah. Namun Roy tetap terus ingin berdiri di depan rumahku, jika aku tidak mau keluar sebentar. Roy memang sangat berani dan nekat sejak dulu. Aku terkadang merasa kesal dengan sifatnya yang selalu saja mengeyel dan tidak mau mendengarkan perkataanku. Ku lihat jam dinding sudah menunjukan pukul sembilan malam. Aku tau pasti mas cris sudah dalam perjalan menuju kerumah. Tapi jika aku tidak segera keluar dari rumah, untuk menemui roy di luar sana. Dia pasti akan tetap berdiri sampai aku mau untuk menemuinya. Roy memang sangat keras kepala jadi orang. Kulihat anak-anaku sudah tertidur pulas di kamarnya. Aku langsung bergegas turun keluar, untuk menemui roy di depan luar rumahku. Aku langsung menghampiri dirinya yang sedang memakai baju berwarna hitam polos. Malam ini aku tidak boleh terpedaya lagi dengan semua ucapannya. Aku yakin roy hanya datang kepadaku, di saat dia hanya sedang menginginkan seks denganku. Tapi jika dia sudah mendapatkan yang dia inginkan, dia pasti akan melupakan aku lagi. Dan aku tidak mau melakukan kebodohanku yang berulang kali. '' Hay sayang, kamu apa kabar.'' Ucap Roy yang langsung memeluk tubuhku dengan erat. Aku berharap mas cris masih berada jauh dari rumahku ini. Aku sangat takut jika ada orang yang akan melihatku, yang sedang berbicara dengan roy malam ini. '' Ngapain sih kamu datang kesini lagi. Bukankah kamu sudah melupakan aku!.'' Ucapku sambil melepaskan dekapannya. '' Aku tidak melupakanmu sayang. Aku hanya sangat sibuk bekerja di inggris, dan aku datang kesini karena aku sudah sangat merindukanmu lagi Nathasya.'' Jawab Roy sambil menatap mataku penuh hasrat. '' Tidak roy,seharusnya kita memang tidak perlu untuk bertemu lagi. Aku sudah tidak peduli lagi, jika kamu akan sibuk di sana. Aku sekarang hanya ingin hidup harmonis bersama dengan keluarga kecilku yang sekarang.'' Ucapku sambil melihat roy yang sedang mencoba untuk meyakinkan diriku. '' Jangan berbicara seperti itu sayang. Aku tahu selama ini kamu terus memikirkan diriku bukan. Bukankah kamu pernah bilang, bahwa setiap menit di pikiran kamu selalu ada aku.'' Ucap Roy. '' Itu dulu roy, sebelum dua kali kamu menghilang tanpa memberikan aku kabar lagi. Padahal waktu itu aku sudah memberimu kesempatan kedua, untuk membuatku merasa kembali yakin kepadamu. Tapi ternyata kamu telah membohongiku lagi.'' Ucapku yang tidak mau lagi menatap matanya. Roy lalu menarik tanganku dan membawaku masuk kedalam mobil miliknya. Perasaanku menjadi semakin cemas. Aku takut anakku michelle akan terbangun dan menangis di dalam kamarnya. Di tambah bagaimana jika mas cris sudah berada di depan rumahku sekarang. Aku berusaha untuk mencoba melepaskan genggaman tanganya roy yang sangat erat itu. '' Hentikan Roy, lepaskan tanganku. Aku ingin masuk kedalam rumahku, aku takut jika anaku akan menangis di kamarnya. '' Tidak lama nathasya hanya 10 menit saja. Jika kamu terus seperti ini, yang ada kamu akan menambah waktu lagi.'' Jawabnya yang langsung menggendongku dan memaksaku untuk masuk kedalam mobilnya itu. Aku tidak tahu mengapa selama ini aku bisa mencintai lelaki segila seperti roy ini. Harusnya aku tadi tidak terhasut oleh perkataanya untuk keluar dari rumahku. Aku tahu roy pasti akan menyiksaku dengan rudalnya lagi di mobilnya itu. '' Jangan lakukan itu lagi roy.AKu ingin kembali pulang kerumah saja, tolong lepaskan tanganku ini.'' Ucapku yang terus membeontak. Tapi roy seperti orang yang tuli, dan tidak mau mendengarkan semua perkataanku. Dia lalu melumat bibirku sambil meremas kedua payudaraku ini. Roy memang selalu mencari titik kelemahan yang ada di dalam tubuhku ini. Dia tahu pasti aku tidak akan berkutik lagi setelah dia melakukan itu padaku. Kulihat tangannya roy yang sudah mulai meraba kearah intimku. Dia lalu memasukan jarinya dan memainkannya dengan lincahnya. Aku berharap mas cris tidak akan mempergoki aku yang sedang di siksa oleh roy di mobilnya itu. Roy semakin lincah memainkan jari-jarinya yang sudah menyentuh bibir kemaluanku yang sudah mulai basah itu. Terlihat air asiku yang sedang mengucur di depannya roy, namun dia malah langsung menghisapnya dengan nikmat. Aku pikir roy akan jijik dengan air asiku ini. Tapi ternyata dia malah terus menghisapnya dengan kuat, sampai aku hampir kesulitan untuk bernafas. '' Ahhh, tidak roy hentikan ini. Mas cris pasti sudah mau sampai di rumah ini.'' Ucapku yang sambil merasa panik. Tapi roy tetap tidak mau mendengarkan perkataanku ini. Dia lalu segera membuka celana dalamnya dan akan menyiksaku dengan liar menggunakan rudalnya itu. Sudah lama aku tidak pernah merasakan rudalnya yang besar itu, yang menjadi membuatku terasa ngilu. '' Aku harus segera kembali kerumah roy. Lepasakan rudalmu ini, aku mohon.'' Ucapku yang mencoba untuk mendorong tubuhnya roy yang sedang berada di atasku. '' Diamlah sayang, lebih baik kamu mendesahlah dengan nikmat agar aku bisa segera mengeluarkan cairan jintanku ini uhhh.'' Ucap Andrew yang sedang menggerakan rudalnya dengan brutal. Rasanya mobilnya andrew juga ikut bergetar karena roy yang sedang menyiksaku dengan liarnya. Seharusnya aku tadi bisa mencegah roy untuk tidak melakukan ini. Bila perlu tadi seharusnya aku tetap membiarkan roy yang terus berdiri di depan rumahku sejak tadi. Getearan mobilnya semakin kencang, seperti goyangannya rudalnya roy yang sedang berfantasi liar menyiksaku. Roy lalu melumat bibirku dengan lembutnya dan aku mulai menikmati fantasi bercinta itu. Baru saja aku mau menikmati fantasi bercinta itu bersama roy. Terlihat sorotan lampu mobilnya mas cris yang memancar terlihat di mobilnya roy saat itu.Aku terpaksa harus segera menyudahi bercintaku ini bersama dengan roy. '' Roy tolong lepaskan sekarang!!. Lihatlah itu mas cris sedang memarkirkan mobilnya.'' Ucapku cemas. '' Nanggung sayang, aku sudah di ujung ini . Ahhh.'' Ucap Roy yang langsung segera mengeluarkan carian jintanya itu. Untung saja mas cris masih memarkirkan mobilnya di depan garasi rumahku itu. Sehingga aku masih ada waktu untuk bisa membuat roy agar cepat mengeluarkan cairanya itu. '' Aku harus masuk kerumah sekarang ndrew. Kali ini tolong biarkan aku masuk!.'' Ucapku sambil memakai bajuku. '' Tunggu sayang.'' Ucap Roy sambil menatapku tertawa. '' Aku tadi menginggitmu dengan kencang di lehermu, jangan sampai suami kamu melihat gigitan mesra ku itu, malam ini. Tutupin dengan rambutmu yang indah itu, mungkin empat hari bekas gigitan itu akan hilang.'' Ucap Roy dengan santainya. Roy memang benar-benar teledor tadi, seharusnya dia tadi tidak menggigit leherku sampai memerah. Mengapa aku juga tidak menyadari itu tadi. Mungkin karena aku merasa sangat nikmat tadi, makanya aku sampai tidak terasa kalau roy tadi telah menggigitku dengan keras. Aku langsung segera keluar dari mobilnya andrew, dan aku akan masuk melalui pintu belakang rumahku agar mas cris tidak bisa melihatku. Untung saja tadi pintu belakang rumahku. aku belum aku kunci. Jadi aku masih bisa unyuk masuk kedalam rumah tanpa di ketahui oleh mas cris. Kulihat mas cris masih sibuk memarkirkan mobilnya di depan rumahku itu sampai aku sudah berada di dalam rumahku sekarang. Setelah aku sudah berhasil masuk kedalam rumahku, aku langsung segera naik kelantai atas dan tiduran di atas sofa di kamarnya michelle. Mas cris tidak akan pernah menggangguku, jika aku sudah ketiduran di sofa di kamarnya putriku michelle. Aku rasa malam ini aku tidak mau tidur bersama dengan mas cris di kamarku. Aku takut mas cris akan melihat bekas cupangnya roy yang masih menempel di leherku dengan jelas. Kudengar mas cris sedang berjalan menaiki tangga rumahku. AKu langsung segera memejamkan kedua mataku sampai aku sudah ketiduran. Selanjutnya...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN