Satu hal yang bahkan Alec takutkan di dalam hidupnya pun terjadi tepat saat ini dalam jarak yang terbilang sangat dekat. Ia menangkap tubuh Avira yang lemah dan menahannya dengan sekuat tenaga. Ia melihat ke belakang tubuh Avira, seseorang yang menembaki wanita kesayangannya dengan sebuah pistol. Ia melihat paha kiri Avira yang terkena tembakan dan begitu takut melihat darah keluar dari bekas tembakan. "Avira ..." "Kau be-benar, aku tidak bi-bisa melukaimu." Alec mengerti. Ia sangat mengenal Avira. Meskipun dirinya jahat, Avira tidak akan melukainya ataupun Justin. Rasa cinta Avira lebih besar dibandingkan rasa benci yang ia derita. "Jangan bicara, aku akan membawamu ke rumah sakit." Avira diam seraya menahan rasa sakitnya dan membiarkan Alec menggendongnya dengan cepat. Ia kes
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


