Lo nggak usah nyalahin diri lo sendiri, emang gue nggak ngerti apa yang lo alami di masa lalu tentang itu semua. Tapi gue yakin Tuhan pasti punya maksud tersendiri tentang itu semua. -Alana Budi Wardaya- Vano berjalan di depan dengan maksud memimpin Alana untuk menuju salah satu gundukan tanah berukuran 1×2 meter yang akan ia tunjukkan. Namun sebelumnya Vano malah berhenti di hadapan seseorang lelaki paruh baya yang sepertinya ialah pengurus pamakaman di situ. Vano menjabat tangan seorang tersebut dengan senyum sopan. "Sudah lama Nak Vano tak kesini, saya kira tak akan kembali lagi." ucap seorang tersebut. Entah mengapa Alana merasa di wajah seorang tersebut seperti tercetak setitik kegembiraan melihat Vano yang datang. "Iya Mang, kangen ya sama saya?" ledek Vano pada seseorang yang ia

