Rindu yang telah habis -Dino_123- Setelah melempar handphonenya, Vano mengambil gitar yang tergantung di dinding kamarnya. Vano pun meletakkan jari-jarinya pada senar gitar. Namun belum sempat Vano memetik senar gitarnya, Vano teringat Alana yang tadi senyum-senyum sendiri. Akhirnya Vano meletakkan gitarnya dan memungut kembali handphone yang ia lempar tadi. VanoFP:Nananananana Setelah benerapa menit handphone Vano bergetar. AlanaBw: Nononononono VanoFP: apa maksud lo manggil gue 'nono' AlanaBw: oh ok kalo nggak boleh, tidak tidak tidak VanoFP: lo kira ini acara tebak-tebakkan AlanaBw: terserah gue, tidak tidak VanoFP: gila ya lo AlanaBw: lo tu yang gila VanoFP: lo tu yang gila, kenapa lo tadi senyum-senyum sendiri pas gue ngomong sama Bunda? AlanaBw: emang ada larangan senyum

