“Aku tak punya keberanian untuk mengungkapkan, tapi tak punya banyak sabar untuk menunggu. Katakan, kau mencintaiku atau tidak?” ---- Tania menggeram melihat tingkah Reza –teman sekelasnya yang ia ketahui menyukai sahabatnya, Rani itu mondar-mandir tidak jelas di depannya. Lama-lama Tania pusing juga melihat gerakan anak lelaki itu. Tania masih mengoreksi nilai ulangan teman-temannya. Jadi, ia masih berada di dalam kelas saat itu. Dan tak biasanya, seorang Reza betah berlama-lama di dalam kelas. "Lo kenapa sih, Za?" tanya Tania gemas. Bukannya menjawab, Reza malah bertanya balik pada Tania. "Weh, Tan. Ngagetin gue aja. Lo gak ke kantin bareng Rani sama Vanya?” “Lo nanya gue apa nanyain Rani sebenernya?” kikik Tania. Anak lelaki itu semakin terlihat bingung karena pertanyaan Tania. I

