"Percayalah, akan ada sebuah senyuman yang menjadi alasan kita untuk bertahan." ---- Sebenarnya, Tania tidak keberatan ketika Mika mengajaknya ke rumah sakit untuk menemui ayahnya. Tania juga sudah lumayan lama tidak bertemu dengan dokter Edwin. Orang yang cukup berjasa dalam hidupnya karena sudah memberikan perawatan terbaik sampai ia melewati fase-fase tersulitnya. Sekaligus, ia mendapatkan Mika sebagai teman baiknya. "Sore, Dok." Tania menyapa sang dokter terlebih dahulu bahkan sebelum Mika sendiri menyapa sang ayah. "Tania. Hallo, good girl. Gimana kabarmu?" "Sangat baik. Dokter gimana?" "Seperti biasa. Kamu sibuk kuliah, ya?" "Iya, Dok. Padahal udah lama mau ketemu." "Mika sering sampaikan salam kamu, kok. Gak apa-apa." Banyak sekali perbincangan di antara dokter dan mantan p

