Epilog

1404 Kata

"Mi, dasinya bagusan warna apa?!" teriak Davin dari kamar tidur mereka yang berada di lantai dua. Suaranya terdengar samar oleh Tania yang tengah menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya. "Papi, jangan kebiasaan nanya dari kamar!" Tania balas berteriak. Sesekali, ia mengurut pinggangnya yang terasa pegal karena usia kehamilannya yang semakin tua. Ya, Tania tengah mengandung buah cinta kedua mereka. Ada anggota keluarga baru dalam keluarga bahagia mereka selain si manis Alea yang sudah mewarnai hari-hari mereka lima tahun ini. "Mi, bagusan mana?" Davin berlari ke arah sang istri dengan membawa dua buah dasi di tangannya. "Papi! Perkara dasi doang ribet banget, sih? Pake yang mana aja bagus, kok. Itu semua Mami yang beliin, kan? Lagian, Papi tumben banget sok milih dasi gini? Papi ngg

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN