"Sesuatu yang selalu berulang memang terkadang melelahkan. Tetapi, apapun yang sudah dipilih, pasti memiliki konsekuensi." ---- Tania kembali mengecek barang-barang yang akan dibawanya. Termasuk, boneka dan novel-novel pemberian Davin yang belum sempat ia baca. Setidaknya, barang-barang itu bisa menemaninya dan mengurangi rasa ingin bertemunya dengan Davin. Semua sudah lengkap. Ia sudah siap kembali ke Singapura meskipun ia masih betah tinggal di rumahnya. Gadis itu dikejutkan dengsn kedatangan teman-temannya. Walaupun Tania sudah mengatakan kepada mereka untuk tidak usah repot-repot mengantarnya ke bandara, tapi Aly, Vanya dan Rieke masih tetap datang ke rumahnya pagi-pagi demi mengantarnya ke bandara. "Ngerepotin kalian, lagi. Ada kelas nggak ini?" tanya Tania. "Kelas siang. Tenang

