"Bicara mungkin akan menyakitimu. Tetapi, tidak mengatakan apa-apa rasanya sperti membawa rasa bersalah seumur hidup." ---- Tania semakin merasa bersalah dengan apa yang baru saja terjadi. Mika itu teman baiknya. Ia tidak mau karena kejadian ini semua akan berubah. Harusnya, ia tidak terbawa suasana dan menyelamatkan semuanya. Tetapi, nasi sudah menjadi bubur. Semuanya sudah terjadi dan hanya bisa disesali tanpa bisa diulang kembali. Namun, semoga saja masih bisa diperbaiki. Sejak semalam, Tania tidak berani mengangkat panggilan Davin maupun membalas pesannya. Entah, ia merasa bersalah sekali dengan kejadian yang sebenarnya Davin tidak ketahui sama sekali itu. Gadis itu juga sampai tidak bisa tidur. Wajahnya tampak kacau. Padahal, hari ini ia harus menyelesaikan registrasi semester bar

