Di bawah pancuran, Ansel melihat botol sabun mandi Poni dan mengingatnya di kepalanya. Keluar dari kamar mandi Poni, Ansel melihat Poni sedang duduk di lantai, menonton televisi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Sebelum Ansel kemari, Poni sudah lebih dulu selesai mandi membuat dia sedikit kecewa. Namun ketika masuk ke dalam kamar mandi yang masih memiliki hawa panas, kekecewaannya menghilang begitu saja. Ansel mendekati Poni yang menyadari keberadaannya. Sebelum Poni bisa berdiri, pria itu sudah lebih dulu duduk di sofa di belakang Poni dan mengambil alih handuk dari tangan Poni. Ansel mulai dengan lembut mengeringkan rambut Poni yang linglung dan belum sadar. Dia melirik bulu mata panjang wanita itu sebentar lalu bertanya pelan, “Bukankah kamu bilang hair dryer-nya masih be

