Trauma yang mulai terungkap - COB 17

2061 Kata

“Makannya sendirian aja. Gak punya temen, Neng?” Gadis yang sibuk melahap burgernya itu mendongak. Melihat siapa yang baru saja menyapanya. Merasa de javu dengan keadaan, Radiva menatap kursi kosong di depannya. Enggan menjawab ucapan lelaki di depannya yang sama sekali tidak penting bagi Radiva. Gadis itu kemudian kembali melahap burger di tangannya. Membuat lelaki di depannya hanya bisa tersenyum dan duduk di depan Radiva. “Gua denger dari anak-anak, lo sama Dandi mesra-mesraan di kantin. Udah jadian?” Tanya lelaki itu dengan suaranya yang khas. Berat dan terdengar lembut di saat bersamaan. Entah hanya Radiva yang menyadari atau semua orang juga merasa begitu, yang pasti suara lelaki di depannya ini seakan dibuat lembut saat berhadapan dengannya. Radiva yang biasanya memakai suara di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN