Pagi ini Desta telah sampai didepan perusahaan Khant, dengan membawa surat lamarannya, ia bertekad diterima bekerja sebagai team kreatif. dengan sabar ia mengikuti semua prosedur penerimaan karyawan baru, berbeda dengan Raya yang memakai jalur “khusus”. “Desta udah datang belumyah ?” gumam Raya seorang diri. Ia mengintip dari balik jendela pantry, mencoba menengok keluar dan tentunya ia tak akan bisa melihat Desta yang sudah masuk ke ruang interview. “Kamu sedang apa?” tegur Khant. ia jadi selalu ingin tahu tentang Raya. perlahan ia mendekat, dan ikut memperhatikan objek yang Raya pandang. seolah mengukung Raya dengan daksanya. “lagi liat pemandangan mas,” sahut Raya gugup saat ia berbalik justru tubuh besar Khant yang menyambutnya. Khant sama sekali tak bergeming, ia masih menikmati me

