Chapter 71: Temani

1906 Kata

Kana POV Kana akhirnya berhenti menangis setelah beberapa saat, dan kini sedang makan sembari disuapi Bara. “Kok Kang Adit bisa tahu aku disini?” Tanya Kana di sela-sela mengunyah. “Aku telpon nomormu tadi siang, yang angkat perawat UGD. Jadi tadi abis konser selesai, aku langsung kesini.” Jelas Bara, sembari menyodorkan sendok berisi bubur lagi. Kana menerimanya, dan setelah menelan bubur itu, ia bertanya lagi. “Bukannya kang Adit masih sampai besok di Surabaya?” “Ya, besok pagi abis subuh aku balik kesana.” Bara tersenyum sembari mengelus rambut Kana. “Nggak apa-apa ya?” “Nggak apa-apa, kang.” Kana menggeleng cepat. “Aku malah nggak enak, ganggu kang Adit. Harusnya kang Adit nggak perlu repot-repot nyusul kesini, capek banget pasti deh.” “Nggak capek, aku senang malah bisa ketemu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN