Kana POV Kana tidak mengira, setelah ia libur lama karena sakit, begitu kembali ke kantor, harus berhadapan dengan gosip menjengkelkan yang langsung keluar dari mulut orang-orang yang menyindir seenaknya. Tapi ia menguatkan hati. Biar bagaimanapun, ia harus membela diri. “Gimana, mbak Aira? Kapan penerjemahnya mau dibawa ke sini? Mbak kan orang HRD, tahu dong dimana biasa ngerekrut penerjemah bahasa Jepang.” Kana bertanya lagi, tak sabar. Aira yang ditanya kini memerah mukanya, antara kesal dan takut. “Jangan dibawa serius dong, mbak Kana, kita kan cuma bercanda aja.” Katanya sekarang, tertawa memaksa. “Cih.” Kana mendecih. “Candaan itu kalau semua yang dengar tertawa. Kalau yang jadi objek candaan marah mah itu namanya hinaan. Saya sama Mr. Goto sama-sama kena kemalangan malah dikira

