Chapter 15: Jemputan

1519 Kata

Affan POV “Hwaaah… aroma khas ini..” Tia menarik napas dalam-dalam begitu mereka bertiga menginjakkan kaki ke dalam gedung Terminal 3 bandara Soekarno Hatta. “Aroma yang kurindukan.” Lanjutnya, merentangkan tangannya berlebihan. “Aroma apaan?” Tanya Affan, heran. “Perasaan sama aja kayak waktu tadi pagi di Haneda.” Haneda adalah bandara internasional di kota Tokyo, tempat ia beserta Kana dan Tia tadi pagi berangkat. “Beda tau, iya kan Kana?” Tia melirik Kana di sampingnya yang sedang merentangkan tangan, meregangkan badannya setelah mereka menempuh perjalanan 8 jam di kelas ekonomi maskapai ANA. “Iya, ini aroma khas Jakarta.” Kana menarik nafas dalam-dalam. “Pokoknya tidak bisa digambarkan dengan kata-kata deh. Intinya ngangenin.” “Kalian ini emang aneh-aneh aja.” Affan menggelengkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN